Kejutan, Presiden Korea Utara Kim Jong-un Muncul Di Arena Olimpiade Rio 2016

Posted by Admin 2 on | 0 komentar | Leave a comment...






Kim Jong-un,siapa yang tak kenal dia adalah pemimpin besar negara Korea Utara,dimana kepemimpinannya yang penuh kontroversial dan penuh intrik,akan tetapi diktator muda Korea Utara, Kim Jong-un,ini secara mengejutkan datang ke Rio de Janeiro untuk menyemangati kontingen negaranya di Olimpiade. Hal tersebut sontak membuat heboh pertandingan cabang atletik yang dihelat di Olympic Stadium, Jumat (19/8/2016).

Tapi tunggu dulu, media Inggris Daily Mail melaporkan pria tersebut merupakan Kim Jong-un palsu. Sosok tersebut cuma punya perawakan yang sangat mirip dengan pemimpin Korea Utara.

Kim Jong-un palsu terlihat menghadiri pertandingan atletik. Dengan potongan rambut khas serta safari serba hitam ala Kim Jong-un sebenarnya, pria yang tidak diketahui namanya itu dengan senyum mengembang mengibarkan bendera Korea Utara.

Setelah keberadaannya tertangkap kamera dan terpampang di layar raksasa, Kim Jong-un palsu itu malah melambaikan tangan ke seluruh penjuru stadion. Dirinya pun jadi bintang di Olympic Stadium meski tidak ada kontingan Korea Utara yang bertanding di cabang atletik hari ini

Korea Utara sendiri sudah meraih enam medali di Olimpiade Rio. Dua medali emas, tiga perak serta satu perunggu menempatkan negara kontroversial itu berada di peringkat ke-24.(sindonews.com)

Tradisi Emas Bulutangkis Akhirnya Kembali Lagi Di Olimpiade Rio 2016,Berkat Ganda Campuran Tantowi/Lilyana

Posted by Admin 2 on | 0 komentar | Leave a comment...





Hanya membutuhkan waktu 45 menit,akhirnya lagu Indonesia Raya berkumandang di olimpiade Rio 2016, setelah ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016, Rabu (17/8/2016). Sukses itu juga mengembalikan tradisi emas Indonesia di ajang Olimpiade setelah sempat terputus di London 2012. 

Di final, Tontowi/Liliyana mengalahkan pasangan Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh dengan dua set langsung, 21-14 dan 21-12. Sejak awal, Tontowi/Liliyana terlihat dominan atas ganda campuran peringkat ke-11 dunia tersebut.

Sejak Olimpiade Barcelona 1992, kontingen Indonesia mampu meraih medali emas. Bahkan dua medali emas, diawali dengan torehan Susi Susanti di nomor tunggal putri bulutangkis, lalu disusul Alan Budikusuma dari tunggal putra bulutangkis. 

Pada Atlanta 1996, medali emas kembali diperoleh kontingen Indonesia. Kali ini, ganda putra bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky/Ricky Subagja, yang mengalahkan wakil Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock lewat pertandingan tiga set, 5-15, 15-13 dan 15-12.

Nomor ganda putra bulutangkis kembali menjadi penyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Sydney 2000. Adalah pasangan Candra Wijaya/Toni Gunawan yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih sekaligus lagu Indonesia Raya di Sydney 2000 usai menundukkan ganda putra Korea Selatan, Lee Dong-soo/Yoo Yung-Sung di final.
(liputan6.com)

Mengharukan,Pelari Putri AS Mengajarkan Arti Dari Sportifitas Olahraga

Posted by Admin 2 on | 0 komentar | Leave a comment...




Olahraga bukan hanya masalah persaingan siapa yang kuat dan cepat tuk meraih juaranya,akan tetapi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Brasil bukan hanya arena pertarungan bagi atlet-atlet terbaik dunia. Namun semangat persaudaraan juga terekam di sela-sela ketatnya persaingan di pesta olahraga multicabang empat tahunan tersebut.

Drama kemanusiaan bahkan sempat terekam pada penyisihan lari 5.000 meter putri di Olympic Stadium, 16 Agustus 2016 waktu setempat. Ya, dua pelari yang sebelumnya tidak pernah mengenal satu sama lain, justru bahu-membahu menuju garis finis.Nikki Hamblin dari Selandia Baru bukanlah siapa-siapa bagi pelari Amerika Serikat, Abbey D’Agostino. Mereka hanya kebetulan saja berada satu grup pada perebutan tempat ke babak utama. Bahkan di lintasan, Hamblin merupakan rival bagi D'Agostino.

Lomba masih menyisakan 4,5 laps dari 12,5 laps saat D'Agostino, yang berada di tengah rombongan pelari tiba-tiba terjatuh. Insiden ini membuat suasana kacau. Hamblin yang juga berada dalam kumpulan tersebut ikut terjatuh dan meringis kesakitan.

Harapannya merebut tiket ke final pun seketika melayang. Sebab rombongan lain sudah menjauh. "Ketika saya terjatuh, saya hanya berpikir 'kenapa saya di sini'. Namun tiba-tiba ada tangan yang menyentuh bahuku," kata Hamblin seperti dilansir USA Today.

Saat menoleh, Hamblin melihat D'Agostino, pelari yang telah membuatnya terjatuh.
"Ayo cepat-cepat. Kita harus menyelesaikan lomba ini," teriak pelari Amerika itu kepada Hamblin yang masih terduduk di lintasan.

Hamblin berusaha bangkit. Namun dia merasakan sakit yang luar biasa di bagian lutut. Dia kesulitan untuk melanjutkan lomba.
Melihat situasi ini, D'Agostino pun berhenti dan membantu Hamblin bangkit. Namun kondisinya tidak memungkinkan untuk tetap berlari. D'Agostino terus menyemangati Hamblin.

Dia terus menyemangati Hamblin sembari berlari kecil menuju garis finis. Meski harus tertatih-tatih, Hamblin akhirnya mampu menyusuri lintasan yang tersisa secara perlahan dan D'Agostino setia menemani.

Seperti dua sahabat, keduanya berlari berdampingan untuk menyelesaikan sisa lomba. Hamblin akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu dengan catatan waktu 16:43:61. Disusul D'Agostino dengan waktu 17:10:02. Meski belum tahap perebutan medali, kedua pelari sangat gembira saat menyelesaikan lomba. Mereka berpelukan dan tertawa layaknya seorang pemenang.

Meski ini bukan catatan waktu terbaik mereka, Hamblin dan D'Agostino masih berhasil lolos dan tercatat sebagai peserta babak final yang akan berlangsung Jumat, 19 Agustus mendatang. Namun belum diketahui apakah kedua pelari masih bisa tampil.

Sebab setelah babak penyisihan berakhir, baik Hamblin maupun D'Agostino langsung mendapatkan perawatan dari tim medis. "Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan Abbey (D'Agostino) kepada saya. Wanita itu adalah semangat sejati Olimpiade. Saya sangat terkesan dan terinspirasi olehnya," kata Hamblin.

Hamblin menambahkan, "Saya sama sekali tidak pernah bertemu dia sebelumnya. Bukankah itu luar biasa? Ini adalah momen yang tidak akan saya lupakan seumur hidup."(liputan6.com)


Semoga Medali Emas Menjadi Hadiah Indah tuk HUT Kemerdekaan Indonesia Ke 71

Posted by Admin 2 on | 0 komentar | Leave a comment...






Rabu,17 Agustus 2016 adalah hari istimewa bagi rakyat Indonesia,hari dimana Indonesia memerdekakan diri sebagai negara merdeka.Apakah pasangan ganda campuran Tontowi/Liliyana akan mempersembahkan kado istimewa berupa medali emas olimpiade Rio 2016?Para netizen menyatakan harapan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir akan dapat mengalahkan pasangan dari Malaysia dan mengibarkan bendera merah putih dalam final ganda campuran badminton pada Olimpiade Rio, Brasil.
Indonesia dan Malaysia akan memperebutkan medali emas pertama di Olimpiade Rio setelah pasangan dari kedua negara masing-masing menundukkan Cina dan melaju ke final.
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menundukkan unggulan utama dari Cina Zhang Nan dan Zhao Yunlei dengan 21-16, 21-15 sementara pasangan Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying mengalahkan Xu Chen dan Ma Jin, juga dengan dua set.
Tontowi-Liliyana mengalahkan pasangan Malaysia ini dalam babak penyisihan Sabtu (13/08) dengan skor 21-15 dan 21-11, dan juga pada kejuaraan Malaysian Open April lalu.
Harapan dikumandangkannya Indonesia Raya dengan menyabet medali emas diangkat para netizen melalui media sosial pada final yang akan diselenggarakan Rabu (17/08) pada hari kemerdekaan Indonesia.
Ratusan komentar setelah kemenangan Tontowi-Liliyana ini termasuk dari Indra Suraya melalui Facebook yang menulis, "Dengan semangat 45 dan dalam rangka HUT RI ke 71, semoga medali emas pertama dipersembahkan ke bumi pertiwi."
Sementara Dedi Prakoso mengatakan, "semoga lagu kebangsaan kita berkumandang dengan gagah dan lantang di Rio berkat medali emas yang akan Anda Raih."
Liliyana Natsir popular di Twitter Indonesia dan juga disinggung lebih dari 13.000 kali.

Rekor Liliyana-Tontowi lebih baik

Melalui situs Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Liliyana mengatakan, “Setelah ini kami akan melakukan evaluasi dan mempelajari permainan lawan. Di Olimpiade ini apapun bisa terjadi. Kita biasanya waspada sama top rangking, tapi malah tidak waspada sama pemain yang tiba-tiba muncul. Jadi kami harus waspada dan jangan lengah. Kasih penampilan yang terbaik. Jangan takabur dan tetap fokus. Siapa yang lebih siap itu yang menang. Tinggal adu mental aja."
"Meskipun rekor pertemuan kami lebih baik, kami harus tetap fokus dan tidak boleh lengah. Mudah-mudahan kami bisa main lebih baik dari hari ini dan menuntaskan semuanya dengan baik,” tambahnya.
Pelatih ganda campuran Richard Mainaki berharap kedua pemain 'fokus ke lapangan' walaupun menang di babak penyisihan.
Sementara di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak melalui akun Twitternya, menulis, "Selamat kemenangan Chan Peng Soon, Goh Liu Ying...selangkah lagi menuju emas...#KamiTeamMalaysia."
Para pengguna media sosial juga menggunakan tagar #MalaysiaBoleh (atau Malaysia bisa) dalam menyambut kemenangan ini dan mendorong tim yang bertanding di Rio.
Posting kemenangan semifinal di akun Goh Liu Ying dibagikan hampir seribu kali dengan komentar antara lain dari Kenny Kong Suy Choy yang menulis, "Pertama-tama selamat untuk Chan dan Liu Ying yang telah membuat semua orang Malaysia bangga," dan Jack Yap mengatakan, "Perak ditangan...semoga bermain dengan tekanan berkurang di final....Malaysia Boleh."
Sampai Selasa (16/08), Indonesia berada di posisi 52 di daftar perolehan medali sementara dengan dua perak sementara Malaysia di tempat ke-57 dengan satu perak.
Negara Asia Tenggara lain yang telah memperoleh medali emas adalah Thailand dengan dua emas sementara Vietnam dan Singapura masing-masing satu emas.
Amerika Serikat masih memimpin dalam perolehan medali dengan 26 emas disusul oleh Inggris dan Cina.(tribunnews.com)

Rahasia Di Balik Kemilaunya Medali Emas Olimpiade Rio...Mau Tahu?

Posted by Admin 2 on | 0 komentar | Leave a comment...





Bagi para atlit yang bertanding dalam suatu turnamen pastinya mendambakan mendapat medali emas dalam suatu pertandingan untuk mengharumkan negaranya,memenangkan sebuah medali emas Olimpiade adalah sesuatu yang amat membanggakan bagi para atlet. Pasalnya, selain membuktikan diri sebagai yang terbaik di antara atlet dari negara-negara lain, medali emas yang diraih juga turut mengharumkan nama bangsa si atlet. 

Namun, mungkin belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya ada rahasia dari medali emas berkilauan tersebut. Sebagian besar orang, termasuk Anda, mungkin mengira bahwa medali tersebut sepenuhnya terbuat dari emas.
jangan kaget, karena asal tahu saja, medali itu bukan emas sepenuhnya!

Seperti dilansir dari Metro, medali emas Olimpiade sebenarnya terbuat dari perak yang disalut dengan emas dengan komposisi 92,5% perak dan sisanya emas. Untuk lebih persisnya, medali tersebut dibuat dari 494 gram perak dan 6 gram emas.

Siapa yang membuatnya? Ada sebuah tim beranggotakan 100 pemahat dan operator mesin yang mengerjakan lebih dari 5.000 medali untuk Olimpiade Rio 2016.
Medali tersebut dibuat dengan cetakan khusus di pabrik pencetakan uang Brasil. Gambar pada medali sebenarnya bisa dibuat dengan komputer, namun, untuk medali di Rio de Janeiro, seniman pahat Nelson Neto Carneiro membuatnya sendiri dengan tangan dalam waktu lebih dari dua minggu agar lebih presisi.

Setelah jadi, cetakan tersebut dipindai dengan komputer. Kemudian, sebuah mesin potong digunakan untuk membuatnya menjadi cetakan logam. Lalu, sebuah mesin pres menekan cetakan tersebut hingga terbentuklah medali. Pada proses akhir, medali tersebut disepuh dengan emas.
Secara esensial, medali emas tak ternilai harganya. Namun, dari segi intrinsik, dari nilai logam pembuatnya, medali tersebut bernilai sekitar 450 Poundsterling atau sekitar Rp7,5 juta.
Lalu, apa maksudnya para juara menggigit medali emas yang mereka dapat?

Menggigit medali emas sudah dilakukan sejak Olimpiade maupun kejuaraan olah raga di masa lalu. Tujuannya, untuk memastikan emas yang mereka terima asli, yakni dengan membuat bekas gigitan di medali. Emas asli cukup lunak sehingga bisa meninggalkan bekas gigitan.

Jadi, karena medali emas yang dibuat sekarang sudah bukan sepenuhnya dari emas, tentu tindakan itu akan sia-sia saja. Namun, karena hal itu sudah menjadi tradisi, para juru foto biasanya meminta para atlet untuk berpose sambil menggigit medali untuk mendapatkan frame foto yang menarik.

Bagaimana dengan medali perak? Medali perak terdiri atas 500 gram perak yang nilai intrinsiknya mencapai 236 Poundsterling atau setara Rp3,9 juta.

Medali perunggu, yang biasa diberikan kepada juara tiga dari setiap pertandingan, jauh lebih murah lagi nilai intrinsiknya. Seperti dikutip dari Metro, medali perunggu, yang terdiri atas 475 gram tembaga dan 25 gram seng, hanya bernilai sekitar 2 sampai 3 Poundsterling atau sekitar Rp33 ribu.

Proses pembuatan medali perunggu juga terbilang cukup ramah lingkungan. Medali-medali ini dibuat dari bahan baku daur ulang. Sebesar 30 persennya dibuat dari material daur ulang, yakni dari limbah pencetakan uang logam Brasil. Sementara itu, pita penggantung medali dibuat dari botol plastik yang didaur ulang pula. 

Penggunaan perak berlapis emas sebenarnya baru dilakukan sejak Olimpiade Musim Panas tahun 1912 di Stockholm, Swedia. Sebelumnya, semua medali emas benar-benar terbuat dari emas murni.(Metro)

Atlit Olimpiade Brasil 2016 Ini Menjadi Risih di Bilang Seksi.

Posted by Admin on | 0 komentar | Leave a comment...



Michelle 'Shelly' Jenneke adalah seorang atlet lari gawang profesional Australia. Perempuan itu pernah  meraih peringkat ke-5 dalam ajang World Junior Championships di Barcelona, Spanyol pada 2012, dalam kategori lari gawang 100 meter wanita.

Tidak hanya prestasi, gadis yang bisa dipanggil Shelly menarik perhatian dunia pada saat ajang olahraga atletik tersebut.

Aksinya saat melakukan pemanasan sebelum memulai pertandingan, membuat namanya lebih dikenal penonton bahkan netizen dunia

Sontak, tontonan tersebut menarik perhatian dan menjadikan Shelly 'bintang' lapangan yang seksi dan juga berbakat.Gadis yang pada 2012 berusia 19 tahun tersebut terlihat melakukan gerakan 'tari', menggoyangkan pinggul, kaki, dan tangannya sambil tersenyum.

Kini, 4 tahun berlalu setelah keikutsertaannya di Barcelona. Atlet Australia yang terkenal karena tarian 'hot'-nya itu akan ikut berpartisipasi dalam ajang olahraga internasional, Olimpiade Rio 2016.

Menariknya, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (8/8/2016), sebelum sang atlet muda itu tiba di kampung atlet di Brasil, wajahnya telah lebih dulu menghiasi papan iklan di Rio de Janeiro.

Shelly menghiasi papan iklan Coca-Cola terbaru untuk Olimpiade 2016, yang diambil di Barcelona. Ketenaran yang diraih oleh atlet yang juga berprofesi sebagai model itu, merupakan hasil kerjasama yang kompak antara gadis itu dan sang manajer yang juga ibunya, Nicky Jenneke.

Sejak video menarinya di Barcelona 2012 menjadi viral, Shelly sering memang mendapatkan tawaran iklan.

"Dia sering bertanya-tanya mengapa orang mencarinya. Shelly tidak populer di sekolah, dia sederhana dan merupakan anak yang sedikit tertutup. Dia menarik, tapi tidak pernah berpikir 'aku seksi'", ujar sang ibu, Nicky.

"Jika dia tidak suka iklannya, anak itu akan langsung menolak. Shely lebih sering bilang tidak dari pada ya," lanjut Nicky.(Liputan6.com)


5 Hal Yang Tidak Menyenangkan Bagi Atlit Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Posted by Admin on | 0 komentar | Leave a comment...


Hari ini, Olimpiade 2016 Rio de Janeiro telah memasuki pertandingan hari kedua. Seluruh dunia antusias menantikan aksi terbaik dari para atlet. Dilansir dari cheatsheet.com, Senin (8/8/2016), masih banyak orang tidak tahu bahwa ajang Olimpiade ini sendiri mengandung banyak dilema. Berikut ini adalah beberapa hal terburuk yang dapat Anda temukan di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

1. Skandal Doping Rusia
Thomas Bach selaku International Olympic Committee President sedang berbicara tentang situasi doping Rusia. Sumber : cheatsheet.com.

Sementara International Olympic Committee (IOC) telah menetapkan aturan ketat tentang hal ini, namun tampaknya skandal doping telah merajalela dengan setidaknya ada 85 orang Rusia yang secara resmi dicoret oleh Olimpiade karena doping.

2. Virus Zika
Setelah Zika dinyatakan sebagai virus yang dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, tidak mengejutkan jika World Health Organization (WHO) mengelurkan pernyataan darurat kesehatan masyarakat dunia.

Ancaman virus Zika sangat nyata bagi para atlet yang ikut bertanding di Olimpiade Rio 2016. Sumber : cheatsheet.com.
Selain itu, karena kekhawatiran inilah, banyak atlet terbaik dunia ditarik keluar dari Olimpiade Rio 2016, sementara sisanya memilih untuk membekukan sperma mereka menjelang Olimpiade. Secara tidak langsung, virus Zika memaksa banyak pihak melakukan tindakan pencegahan ekstra yang harus dilakukan.

3. Tempat tinggal para atlet selama Olimpiade tidak layak

Kitty Chiller selaku pemimpin tim Olimpiade dari Australia sedang mengemukakan masalahnya dengan asrama para atlet di Rio. Sumber : cheatsheet.com.

Kondisi asrama para atlet selama Olimpiade dinilai sangat jauh dari keindahan, bahkan tidak layak. Kabarnya mereka tinggal di hotel terdekat dengan tempat berlangsungnya pertandingan, karena desa di sana dinilai tidak aman atau tidak siap.

4. Tidak ada permainan Pokemon Go

Anda boleh percaya atau tidak, namun beberapa atlet benar-benar menyayangkan bahwa di tempat mereka tinggal selama Olimpiade tidak ada Pokemon Go. Salah satu yang mengeluhkan hal ini adalah Abby Johnston, penyelam dari Amerika. Sekarang mungkin Anda terkejut bagaimana permainan ini berubah menjadi obsesi bagi banyak orang.

5. Air yang terkontaminasi dengan sangat buruk

Air di Rio mengandung banyak virus dan bakteri yang dapat membahayakan kondisi kesehatan para atlet. Sumber : cheatsheet.com.

Mungkin Anda telah mendengar tentang hal ini sebelumnya, atau belum sama sekali? Ya, sebuah laporan dari New York Times menyatakan bahwa beberapa tes menunjukkan bahwa air yang digunakan di Olimpiade penuh dengan bakteri super rotaviruses, bakteri yang ditemukan pada orang diare. (liputan6.com)

Subscription

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

Most Popular

Recent News