Ada 7 Fakta Menarik Usai Liverpool Tekuk Arsenal Di Kandangnya
Posted by Admin 2 on | 0 komentar
Pertandingan yang menarik dan terbuka yang ditampilkan kedua tim baik Arsenal maupun Liverpool yang pada akhirnya membuat Arsenal kalah 3-4 dari tamunya, Liverpool, dalam pertandingan perdana Liga Primer Inggris, Ahad, 14 Agustus 2016. Hujan tujuh gol itu merupakan skor terbesar pada pekan pertama Liga Primer Inggris, musim ini.
Laga tersebut ternyata juga menyimpan sejumlah fakta penting. Berikut ini rangkumannya.
1. Laga ini merupakan pertama kalinya Arsenal kebobolan empat gol di Emirates Stadium sejak 2009, yakni saat mereka ditekuk Chelsea dengan skor 1-4.
2. Laga Arsenal kontra Liverpool merupakan pertandingan yang paling banyak diwarnai kegagalan dalam eksekusi penalti sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Totalnya ada tujuh kegagalan. Theo Walcott gagal mengeksekusi penalti dalam laga, Ahad kemarin.
3. Keberhasilan Simon Mignolet menggagalkan eksekusi penalti Walcott membuatnya menjadi penjaga gawang yang paling banyak menggagalkan eksekusi penalti dengan jumlah lima dari sebelas percobaan.
4. Walcott menjadi pemain kedua Arsenal yang pernah mencetak gol dalam sepuluh musim Liga Primer Inggris. Dia hanya kalah dari Dennis Bergkamp, yang telah mencatatkan gol dalam sebelas musim.
5. Phillipe Coutinho menjadi gelandang yang paling banyak mencetak gol dari luar kotak penalti di Liga Inggris. Dia tercatat telah menorehkan 13 dari 30 gol untuk Liverpool.
6. Arsenal berhasil mengulangi rekornya sendiri saat melawan Barnsley pada 1997 karena tiga gol yang mereka buat berasal dari tiga pemain asal Inggris yang berbeda.
7. Kekalahan Arsenal itu melengkapi kekalahan juara Liga Primer Inggris musim lalu, Leicester City, sehari sebelumnya. Ini pertama kalinya sejak 1953/1954 dua tim teratas Liga Inggris musim sebelumnya tumbang pada laga perdana.(tempo.co.id)


You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.
0 komentar for "Ada 7 Fakta Menarik Usai Liverpool Tekuk Arsenal Di Kandangnya"
Leave a reply